Outbound di Coban Rondo Malang

outbound di coban rondo malang

Coban Rondo adalah salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat liburan di Kota Malang. Memiliki pemandangan yang mampu membius siapapun yang melihatnya, juga udara sejuk yang menenangkan jiwa. Tapi siapa sangka dibalik ketenarannya terselip sebuah kagiatan wisata yang sayang untuk dilewatkan. Yaitu outbound di Coban Rondo Malang yang bisa diikuti oleh peserta dari segala tingkat usia. Baik pelajar maupun pegawai bisa mengikuti wisata outbound di Malang ini bersama teman atau keluarga besar dengan jumlah peserta minimal 34 orang.

Outbound di Batu ini pun telah menjadi destinasi wisata favorit bagi perusahaan yang sedang mengadakan liburan bersama karyawan. Selain menyajikan panorama berupaa air terjun sebagai pesona utamanya, Coban Rondo juga memiliki legenda yang menarik untuk diketahui.

Air tejrun Coban Rondo sendiri merupakan salah satu air terjun yang terletak di area pegunungan dengan ketinggian 1.135m di atas permukaan laut. Udaranya sangat sejuk dan pemandangan alam yang sangat alami menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tinggi aliran air di air terjun ini mencapai 84 m, dan diresmikan menjadi tempat wisata sejak tahun 1980. Sumber mata airnya berasal dari lereng Gunung Kawi, yang bernama Cemoro Mudo.

Ada beberapa aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sini, seperti fun tubing yaitu mengitari sungai menggunakan ban pelampung. Memanfaatkan aliran sungai yang tidak terlalu deras sehingga cukup aman untuk diikuti.

Lalu ada outbound di Coban Rondo Malang tentunya, outbound ini bisa menjadi salah satu aktivitas paling menarik yang ada di Coban Rondo. Karena selain dapat menikmati pemandangan cantinya, kamu juga bisa mengikuti salah satu kegiatan yang bisa memacu hari-harimu semakin produktif.

Dalam bahasa Indonesia, coban Rondo memiliki arti Air Terjun Janda, nama ini bermula dari kisah legenda yang turun temurun dari nenek moyang. Di kisahkan ada sepasang pengantin baru bernama Dewi Anjarwati dan Baron Kusuma. Sang dewi adalah seorang gadis cantik yang berasa dari Gunung Kawi sedangkan sang Raden berasal dari gunung Anjasmoro.

outbound di coban rondo malang

Pada satu hari Dewi Anjarwati ingin berkunjung ke tempat kediaman orang tua Raden Baron Kusuma bersama sang suami. Namun niatan tersebut tidak disetujui oleh orang tua Dewi Anjarwati karena usia pernikahan mereka yang belum genap 40 hari. Namun sepasang pengantin baru ini memaksakan diri untuk pergi ke rumah orang tua sang Raden.

Di tengah perjalanan, kedua pasangan ini dihadang oleh seorang pemuda yang tidak dikenal bernama Joko Lelono. Pemuda tersebut terpikat dan jatuh hati kepada Dewi Anjarwati, ia pun berusaha untuk merebutnya dari sang suami, yaitu raden Baron Kusuma. Akhirnya terjadilah pertempuran hebat diatara kedua lelkaki tersebut.

Dewi Anjarwati dan pembantunya diminta untuk melarikan diri ke sebuah air terjun oleh suaminya. Hari demi hari berlalu, Dewi Anjarwati mencemaskan sang suami yang tak kunjung menemuinya dan tetap setia menunggu di sebuah air terjun. Namun sejak pertempuran tersebut Dewi tidak lagi bertemu dnegan suaminya, akrena kedua lelaki yang merebutkan sang dewi sama-sama tewas dalam pertempuran. Ia tetap menunggu suaminya di balik air terjun dengan status yang kini menjadi janda. Dari kisah itulah air terjun ini kemudian di sebut atau dinamai menjadi air terjun janda atau Coban Rondo yang kini menjadi wisata alam di Kota Batu Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *